Investor Asing Lirik Banyuwangi, Bangun Pabrik Kaleng Berkapasitas 600 juta Biji per Tahun

Pabrik kaleng kemasan berkapasitas 600 juta biji dibangun di Muncar, Banyuwangi, Jumat (3/7/2026). (Foto/Humas Pemkab)
Pabrik kaleng kemasan berkapasitas 600 juta biji dibangun di Muncar, Banyuwangi, Jumat (3/7/2026). (Foto/Humas Pemkab)

Banyuwangi,(pawartajatim.com)- Kemajuan Banyuwangi menjadi magnet investasi. Terbaru, investor membangun pabrik kaleng kemasan di Kecamatan Muncar. Hebatnya, pabrik hasil join investor asing ini mampu memproduksi hingga 600 juta biji kaleng per tahun.

Produksi yang besar otomatis menyerap tenaga kerja yang banyak. Pabrik ini dibangun melalui kerja sama dengan investor lokal dan dari Tiongkok melalui bendera PT Sunrise Masami Internasional. Nantinya, pabrik ini memasok kebutuhan kaleng untuk pengolahan makanan, khususnya sektor perikanan. Sehingga, mengurangi ketergantungan impor.

“Industri substitusi impor ini menjadi harapan baru. Setiap investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat hilirisasi industri,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disela peresmian pabrik kaleng di Muncar, Banyuwangi, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, investasi ini akan memperkuat industri substitusi impor, sekaligus mendukung hilirisasi sektor pengolahan. Harapannya, pabrik ini mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, sekaligus memperluas pasar ekspor.

Bagi Banyuwangi, berdirinya pabrik kaleng ini menjadi bukti iklim investasi di Banyuwangi semakin kondusif. “Kehadiran investasi seperti ini akan membuka lapangan pekerjaan, menurunkan pengangguran, dan pada akhirnya ikut menekan angka kemiskinan di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Investasi pengolahan hasil laut juga sejalan dengan potensi Banyuwangi sebagai daerah perikanan. Pihaknya berharap industri tersebut mampu meningkatkan nilai tambah hasil laut, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Selama ini kebutuhan kaleng kemasan didominasi impor. Kini, pabrik lokal mampu memproduksi kaleng kemasan dan tutupnya. Produksi lokal mampu meningkatkan efisiensi biaya kemasan hingga 10-15 persen. Selain memenuhi kebutuhan perusahaan sendiri, produk kaleng tersebut juga dipasarkan untuk industri lain, termasuk berpeluang ekspor.

Pabrik ini menelan investasi hingga Rp200 miliar. Mampu menyerap 200 tenaga kerja. “Dulu kebutuhan kaleng kami hampir 90 sampai 100 persen masih impor. Sekarang kami bekerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok untuk memproduksi bodi dan tutup kaleng di Indonesia sehingga lebih efisien,” kata Perwakilan PT Sunrise Masami Internasional, Sherly Indrawati Aminoto. (udi/*)