
Denpasar, (pawartajatim.com) – Bloomberg Philantropies, Inggris, menilai Gubernur Bali Wayan Koster, punya komitmen kuat dan memiliki arah kebijakan secara progresif. Terutama mengenai energi bersih, transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, dan sistem pertanian organik, yang merupakan upaya nyata dalam menurunkan emisi karbon untuk mencapai target net zero emission tahun 2045.
Bloomberg Philantropies, pada Sabtu (4/7/2026), menyebut, sangat mendukung percepatan pelaksanaan penurunan emisi karbon yang dilaksakan Gubernur Koster. Dengan memperhatikan materi pidato Sekjen PBB, sambutan pendiri Bloomberg Philantropies, pembahasan dalam diskusi mengenai kebijakan pemerintah daerah diberbagai negara di dunia.
Semua isu yang dibahas dalam berbagai forum selama rangkaian ‘London Climate Action Week 2026’ ternyata semuanya sudah merupakan bagian dari arah kebijakan Pemprov Bali dalam visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang telah dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.
Dengan demikian, arah kebijakan pembangunan Bali yang diselenggarakan oleh Pemprov Bali sudah sangat sesuai dan searah dengan arah kebijakan pembangunan dunia sebagaimana disampaikan oleh Sekjen PBB, pemimpin dunia, dan pemimpin daerah dari berbagai negara, dan lembaga internasional.
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa arah kebijakan Pemprov Bali sudah berada dalam tatanan yang benar, sehingga mendapat pengakuan dari pemimpin dunia dan lembaga internasional.
Hal yang harus dilakukan oleh Pemprov Bali yakni memastikan arah kebijakan ini dilaksanakan dengan konsisten dan terukur, sampai mencapai keberhasilan. Untuk itu Pemprov Bali tidak bisa bekerja sendirian, melainkan sangat memerlukan kolaborasi semua pihak dan dukungan seluruh komponen masyarakat Bali, untuk mencapai keberhasilan yang merupakan cita-cita mulia untuk bersama-sama, demi nindihin Gumi (mempertahankan Pulau) Bali.
Disela-sela menghadiri rangkaian ‘London Climate Action Week 2026’ di London, Inggris, Gubernur Bali Wayan Koster, menyempatkan diri menghadiri undangan khusus wawancara dengan Kantor Berita Dunia Reuters pada 24 Juni 2026.
Dalam wawancara tersebut, Gubernur Koster diminta pandangan tentang energi bersih dan transportasi berkelanjutan, tantangan yang dihadapi, dan upaya inovatif, serta aksi nyata yang telah dan akan dia laksanakan nanti.
Gubernur Koster menyampaikan mengenai arah kebijakan Bali, yaitu Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 dan Kendaraan Bermotor Listrik berbasis Baterai diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019.
Menurutnya, kebijakan energi bersih dilakukan dengan menghentikan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil, serta percepatan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Kebijakan pemanfaatan energi bersih dan penggunaan kendaraan listrik ini dilakukan dengan percepatan mulai tahun 2026, dengan menerapkan zona kawasan rendah emisi di wilayah objek wisata.
Seperti Nusa Dua, Kuta, Sanur, Ubud, dan Nusa Penida. Kebijakan ini telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Kebijakan energi bersih dan transportasi listrik, selain merupakan kebutuhan utama udara bersih untuk kesehatan masyarakat, juga mendukung ekosistem lingkungan, serta meningkatkan citra dan daya saing pariwisata Bali sebagai destinasi wisata utama dunia. (yad)










