Surabaya, (pawartajatim.com) – Rekam jejak unggul di berbagai sektor profesional terus dicetak para alumnus Universitas Airlangga (Unair) di seluruh penjuru negeri. Salah satu sosok yang kini membawa perubahan signifikan di dunia akademis adalah Dr Rr Amanda Pasca Rini SPsi MSi Psikolog.
Ia merupakan contoh nyata dari alumnus berprestasi yang berhasil merampungkan program Doktor Psikologi Universitas Airlangga (Unair) dengan menyabet predikat cumlaude pada 2017.
Keunggulan intelektualitasnya sudah terlihat sejak masa studi doktoral, di mana disertasinya secara tajam mengkaji persoalan politik Indonesia dari sudut pandang psikologi sosial yang komprehensif.
Penelitiannya tersebut membedah pengaruh konformitas dan kepatuhan terhadap otoritas terhadap tingkat agresivitas partisan partai politik. Temuan ilmiah ini memberikan sumbangsih penting bagi literatur psikologi politik nasional, terutama dalam memahami dinamika perilaku massa di tengah kontestasi demokrasi.
Keberhasilan Amanda mencapai posisi kepemimpinan puncak di institusi pendidikan tinggi saat ini tidak diraih secara instan, melainkan melalui perjuangan dan dedikasi yang konsisten selama lebih dari dua dekade.
Karier akademisnya di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya telah terbangun kuat sejak ia memulai pengabdiannya pada 1999. Selama rentang waktu tersebut, ia terus mendalami peminatan Psikologi Industri dan Organisasi serta Psikologi Sosial, yang kemudian menjadi fondasi bagi kapasitas manajerialnya yang mumpuni.
Kapasitas kepemimpinan Amanda terus teruji melalui berbagai amanah strategis yang dibebankan kepadanya. Sebelum menduduki posisinya saat ini sebagai Wakil Rektor I Untag Surabaya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Unit Pelayanan dan Konsultasi Psikologi hingga dipercaya menjadi Kepala Program Studi Magister Psikologi.
Puncak kepemimpinan di tingkat fakultas ia raih saat mengemban tugas sebagai Dekan Fakultas Psikologi pada periode 2021-2025. Baginya, manajemen waktu yang disiplin serta koordinasi yang baik adalah kunci utama dalam melampaui setiap tantangan profesional, terutama saat ia harus membagi waktu antara mengajar, meneliti, dan mengurus organisasi.
Sebagai Wakil Rektor I yang membidangi urusan akademik, Amanda membawa visi besar untuk mentransformasi institusinya menjadi lebih kompetitif. Ia sangat proaktif menyuarakan urgensi penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan kampus guna memastikan siklus peningkatan mutu pendidikan tinggi senantiasa berjalan secara nyata dan berkelanjutan.
Langkah strategis ini ia pandang sebagai landasan penting agar kampusnya mampu bersaing di kancah nasional maupun global. Di luar kesibukan internal, kepakarannya diakui secara luas melalui keterlibatannya sebagai reviewer pada program beasiswa bergengsi, di mana ia berperan dalam menyeleksi calon pemimpin masa depan bangsa.
Tidak hanya cemerlang di ranah administratif kampus, Amanda juga aktif menyumbangkan ilmunya bagi kesejahteraan masyarakat luas melalui organisasi profesi Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
Ia piawai memberikan pertolongan pertama psikologis atau Psychological First Aid (PFA) guna menjaga stabilitas emosi masyarakat di situasi krisis. Salah satu kontribusi nyatanya yang cukup unik adalah pemberian psikoedukasi mengenai pengelolaan emosi bagi para penerjun payung wanita pemula di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Pengabdian ini membuatnya dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Bendahara Pengurus Pusat HIMPSI periode 2022-2026. Seluruh rangkaian dedikasi Dr Amanda menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara peran akademisi dan praktisi klinis dalam membangun bangsa.
Melalui pengawalan mutu sistem pendidikan yang ketat, ia berkontribusi langsung pada penciptaan pendidikan yang lebih berkualitas dan bermartabat. Disisi lain, kiprahnya dalam memberikan layanan dukungan psikososial di berbagai sektor menjadi motor penggerak bagi peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.
Keberhasilannya menjadi bukti nyata bahwa lulusan Unair selalu siap menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi peradaban. (red)











