
Surabaya, (pawartajatim.com) – Empat Lembaga Keuangan di Jawa Timur/Jatim, Bank lndonesia/BI, Otoritas Jasa Keuangan/OJK, Kementerian Keuangan, dan Kantor Perwakilan LPS 2 Surabaya menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan mendorong ekonomi Jatim. Melalui penguatan sinergi, inovasi, dan transformasi kebijakan yang pro-growth, keempat lembaga keuangan ini optimis dapat berkontribusi sigmifikan dalam menjaga stabilitas, menavigasi tantangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Penegasan itu dikemukakan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Ibrahim, didampingi, Kepala Kantor Perwakilan LPS II di Surabaya, Bambang S Hidayat, Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jatim, Saiful Islam dan Direktur Pengawasan Perllaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas V. M. Tarhoran.
Keempat pejabat Lembaga keuangan di Jatim itu didapuk menjadi pembicara dalam ‘Media Briefing Kolaborasi Bl, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS Il dengan thema ‘Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur/Jatim untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri’ di Surabaya Senin (9/2) kemarin.
Dalam paparannya, Ibrahim, menjelaskan peran penting ekonomi Jatim secara nasional maupun di pulau Jawa dan secara keseluruhan pada 2025 Jawa Timur mencatat tumbuh 5, 3326 (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,9396 (yoy).
Dari sisi permintaan, membarknya kinerja ekonomi Jatim ditopang oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi, dan aktmtas ekspor. Sementara di sisi penawaran, akselerasi kinerja terjadi pada Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan, LU Pertanian, serta LU Akomodasi Makan dan Minuman.
Selain itu, kuatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didukung oleh terkendalinya inflasi pada Januari 2026 sebesar 3,2996 (yoy), yang masih terjaga dalam sasaran 2,519b6. Inflasi yang terkendali tersebut sejalan dengan kuatnya sinergi dan inovasi program TPID yang dirumuskan dalam kerangka pengendalian mêlasi 2025.
Kinerja ekonomi Jatim 2026 diprakirakan akan tetap terjaga baik, pada kisaran 4,9 – 5,726 (yoy) ditopang oleh tetap kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan terjaganya permintaan eksternal, Sejalan dengan capalan kinerja ekonomi Jatim pada 2025.
“Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan terjaga baik, dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,541967,” papar Ibrahim.
Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jatim, Saiful Islam, menyampaikan bahwa sampai dengan Desember 2025 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar 0,7496.
Pertumbuhan realisasi belanja APBN sebagai Shock Absorber, dilakukan melalui Program Pemenksaan Kesehatan Gratis, Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peningkatan bidang konektwitas dan kesejahteraan.
Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan terjaganya realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang meningkat diatas target yang ditetapkan sampai dengan Desember 2025. Kuatnya perekonomian Jatim pada 2025 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan menjadi fondasi bagi ketahanan ekonomi dan keuangan yang berlanjut pada keseluruhan tahun 2026.
Direktur Pengawasan Perllaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas V. M. Tarhoran juga menyampaikan, per Desember 2025, kinerja perbankan nasional masih menunjukkan total penyaluran kredit sebesar Rp625,66 trilun atau tumbuh sebesar 1,9026 (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 817,59 trillun atau tumbuh 3,50926 (yoy).
Stabihtas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL yang terjaga baik di level 3,3796 dan CAR yang kuat sebesar 31,3896. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuditas terjaga sebagamana tercermin dari AUDPK sebesar 26, 7426 dan AUNCD sebesar 119,3196, diatas tresshold,
Dalam kesempatan ini, Horas V. M. Tarihoran juga menyampaikan bahwa sohdnya kinerja perbankan selama 2025 juga sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, asuransi dan penjaminan, dana pensiun, serta Perusahaan modal ventura, Lembaga keuangan mikro dan Lembaga jasa keuangan lainnya (PVML).
Sejalan dengan pernyataan Ibrahim, Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam menyampaikan bahwa sampai dengan Desember 2025 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar 0,7496.
Pertumbuhan realisasi belanja APBN sebagai Shock Absorber, dilakukan melalui Program Pemenksaan Kesehatan Gratis, Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peningkatan bidang konektwitas dan kesejahteraan.
Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan terjaganya realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang meningkat diatas target yang ditetapkan sampai dengan Desember 2025.
Kuatnya perekonomian Jatim pada 2025 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan menjadi fondasi bagi ketahanan ekonomi dan keuangan yang berlanjut pada keseluruhan tahun 2026. “Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan terjaga baik, dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,541967,’’ ujar Ibrahim.
Menyampaikan bahwa per Desember 2025, kinerja perbankan nasional masih menunjukkan total penyaluran kredit sebesar Rp 625,66 trilun atau tumbuh sebesar 1,9026 (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 817,59 trillun atau tumbuh 3,50926 (yoy). Stabihtas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL yang terjaga baik di level 3,3796 dan CAR yang kuat sebesar 31,3896. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuditas terjaga sebagamana tercermin dari AUDPK sebesar 26, 7426 dan AUNCD sebesar 119,3196, diatas tresshold,
Dalam kesempatan ini, Horas V. M. Tarihoran juga menyampaikan bahwa sohdnya kinerja perbankan selama 2025 juga sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, asuransi dan penjaminan, dana pensiun, serta Perusahaan modal ventura, Lembaga keuangan mikro dan Lembaga jasa keuangan lainnya (PVML).
Sedangkan, Kepala Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan/LPS II Surabaya, Bambang S Hidayat, memastikan SSK dan kinerja ekonomi nasional tetap terjaga melalui program penjaminan simpanan yang kredibel dan resolusi bank yang efektif. Karena itu, LPS menjamin penuh lebih dari 665 juta rekening simpanan nasabah di Bank Umum dan 15,7 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,9796 dari total rekening. (bw)










