Surabaya, (pawartajatim.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mencatat sebanyak 72 jemaah haji asal Jawa Timur meninggal dunia selama beribadah haji di Tanah Suci, atau terbanyak dari seluruh Debarkasi di Indonesia. Sebagian besar jemaah haji yang meninggal dunia tersebut karena lanjut usia (lansia) dan memiliki risiko tinggi (risti).
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Husnul Maram, mengatakan, hingga proses pemulangan jemaah haji sebanyak 4 Kloter di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, PPIH Debarkasi Surabaya mencatat sebanyak 72 jemaah meninggal dunia di Tanah Suci.
Rinciannya, 70 jemaah haji asal Jawa Timur, dan 2 jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT). “Jumlah tersebut tercatat terbanyak dari seluruh Debarkasi di Indonesia dengan total 346 jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci,” kata Maram, saat ditemui di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Kamis (6/7).
Ia menyebut, dari laporan petugas haji di Makkah, Arab Saudi, sebanyak 72 jemaah haji yang meninggal tersebut karena faktor lanjut usia (lansia), sakit jantung, stroke, dan beberapa jemaah memiliki risiko tinggi (risti).
“Seluruh jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci tersebut sudah dimakamkan di tempat pemakaman setempat, dengan dibantu petugas haji Indonesia yang bertugas di Makkah, Arab Saudi,” jelasnya.
Pada musim haji 2023, Debarkasi Surabaya memberangkatkan total sebanyak 88 Kloter dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali dengan jumlah 38.359 jemaah haji. Rinciannya, sebanyak 84 kloter reguler sebanyak 36.948 jemaah haji dan 4 kloter tambahan (Kloter 85 hingga Kloter 88) sebanyak 1.411 jemaah haji.
“Proses pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci dilakukan bertahap mulai 4 Juli hingga 2 Agustus 2023 dengan terlebih dahulu singgah di Asrama Haji Debarkasi Surabaya,” pungkasnya. (red)











